Minggu, 05 Agustus 2018

5 Hal Yang Perlu Diperhatikan Dalam Manajemen PAUD

paudddd

5 Hal Yang Perlu Diperhatikan Dalam Manajemen PAUD


Hingga saat ini, ribuan PAUD telah berdiri. Hampir di tingkat kelurahan, desa, dan dusun dusun berdiri sebuah PAUD dengan ciri khasnya masing-masing. Menciptakan PAUD yang nyaman bagi anak-anak didik untuk belajar merupakan tantangan yang besar bagi pengelola PAUD, kepala PAUD, guru PAUD, tukang kebun, petugas keamanan dan berbagai pihak yang berkarya dalam suatu PAUD. Mereka harus bekerjasama agar anak-anak didik merasa nyaman dalam belajar dan mengembangkan diri mereka.
Layaknya sebuah roda yang berputar dan memiliki jari-jari atau ruji-ruji. Setiap jari-jari haruslah sama panjang agar gerak roda berlangsung secara harmonis. Begitulah para pekerja di dalam sebuah PAUD. Mereka harus bekerjasama dengan baik agar kegiatan-kegiatan di dalam sebuah PAUD bisa berjalan dengan baik dan lancar.
Bagaimana pun konsumen dalam sebuah PAUD adalah anak-anak didik. Selama anak-anak didik merasa nyaman belajar di sebuah PAUD, maka orang tua pun akan merasa senang dan kepercayaan orang tua pun akan semakin meningkat untuk menitipkan buah hati mereka tumbuh dan berkembang.
Manajemen dalam sebuah PAUD adalah hal yang sangat penting. Manajeman PAUD yang baik akan menciptakan suasana kerja yang baik bagi orang-orang yang berkarya di PAUD, dan secara otomatis menciptakan suasana belajar mengajar yang baik. Manajemen PAUD yang baik perlu memperhatikan hal-hal di bawah ini:
  1. Menunjang pihak pengelola untuk menjadi lebih profesional dan berkompeten
Kedudukan seorang pengelola PAUD sangatlah penting dalam membuat keputusan. Namun keputusan yang baik tentu saja harus berdasarkan pertimbangan yang baik. Pertimbangan-pertimbangan biasanya diambil dari hasil rapat-rapat dan evaluasi bersama komponen sekolah yang lain. Manajemen PAUD yang baik akan mempermudah pihak pengelola untuk mendapatkan berbagai informasi di PAUD yang dikelola, sehingga saat mengambil keputusan adalah keputusan yang terbaik, menguntungkan banyak pihak, dan bermanfaat bagi perkembangan PAUD.
  1. Menunjang peningkatan kreativitas guru dan kinerja tim guru
Manajemen PAUD yang baik tentu akan membuat guru merasa nyaman berkarya. Faktor kenyamanan ini sangatlah penting, karena bisa membuat guru semakin mampu mengekspresikan diri mereka dan mengajar secara maksimal, mulai dari proses persiapan hingga proses evaluasi. Hubungan antar guru pun akan berlangsung harmonis, sehingga bisa menciptakan suasana kerja sama yang baik. Kompetisi antar guru pun bisa berlangsung secara sehat, tidak saling berusaha menjatuhkan, namun berusaha saling membantu satu sama lain untuk mencapai hasil kerja yang maksimal. Pihak pengelola sekolah dan kepala sekolah perlu waspada bila antara satu guru dan guru yang lain lebih saling menyalahkan dan mencari kekurangan masing-masing. Pasti ada suatu masalah yang perlu diperbaiki, terutama dalam hal hubungan antar guru.
  1. Memudahkan guru dalam menemukan bakat dan minat anak
Manajeman PAUD yang baik bisa memberikan ruang bagi anak dalam mengekspresikan diri mereka, sesuai dengan bakat dan minat anak. Semakin banyak kesempatan yang diberikan kepada anak didik untuk mengekspresikan diri mereka, guru pun akan semakin mudah dalam menemukan bakat dan minat setiap anak. Guru akan lebih mudah pula dalam membimbing anak, sehingga anak didik bisa mengembangkan talenta mereka secara maksimal. Ruang dalam mengembangkan bakat anak bisa berupa melakukan kegiatan presentasi, mengadakan pertunjukan, atau melalui kegiatan-kegiatan ekstrakurikuler serta mengadakan lomba-lomba.
  1. Meningkatkan kepercayaan orang tua dan masyarakat sekitar
Bila kerjasama antar komponen sekolah berjalan dengan baik, maka kualitas kerja setiap komponen di sekolah bisa berkualitas pula. Kualitas ini akan tercermin dalam perkembangan setiap komponen sekolah, baik lewat sikap, kata-kata, karya, prestasi,  dan lainnya. Nama baik sekolah pun semakin terjaga dan bahkan semakin indah di mata orang tua dan masyarakat sekitar. Hal ini akan meningkatkan kepercayaan orang tua untuk menitipkan buah hati mereka untuk tumbuh dan berkembang di suatu PAUD. Indikasinya adalah peningkatan jumlah anak didik, berkurangnya komplain-komplain yang datang dari orang tua anak didik, serta semakin banyak anak didik dan guru yang menciptakan suatu prestasi. Buah jatuh tidak jauh dari pohonnya. Buah-buah yang baik itu pasti akan sampai kepada masyarakat, dan masyarakat  pun akan semakin memahami akan pentingnya PAUD bagi anak-anak usia dini.
  1. Anak-anak berkembang dalam bidang akademis, karakter, dan spiritual
Tidak hanya perkembangan dalam bakat dan ketrampilan mereka. Manajemen PAUD yang baik juga akan memungkinkan anak berkembang secara maksimal dalam kognitif, karakter, dan spiritual.
  • Kognitif
Anak-anak usia dini sangat menyukai aneka aktivitas menyenangkan yang mampu membuat mereka berkembang dalam bidang akademis. Manajemen PAUD yang baik akan membuat anak mampu mengembangkan diri dalam bidang akademis. Guru semakin kreatif dalam membuat media pengajaran yang menarik dan menyenangkan, yang dipakai sebagai sarana mentransfer ilmu kepada anak didik.
  • Karakter
Karakter anak pun bisa berkembang dengan baik, karena setiap permasalahan yang dihadapi anak bisa selalu diselesaikan dengan baik. Cara guru menyelesaikan suatu permasalahan yang dihadapi anak akan memacu anak untuk bertumbuh menjadi anak yang berhati mulia dan berkarakter.
  • Ilmu agama
Semua orang tua tentu menginginkan anaknya tumbuh menjadi anak yang cerdas, pintar, dan berhati mulia. Sehingga orang tua selalu berusaha memberikan pendidikan yang terbaik bagi anak-anaknya. PAUD memiliki tujuan utama yaitu membentuk anak Indonesia yang memiliki lima pertumbuhan dan perkembangan. Diantaranya perkembangan moral dan agama, perkembangan fisik ( koordinasi motorik halus dan kasar ), kecerdasan kognitif (daya pikir, daya cipta), sosio emosional (sikap dan emosi), serta bahasa dan komunikasi. Tujuan lainnya adalah membantu menyiapkan anak mencapai kesiapan belajar di sekolah, sehingga dapat mengurangi usia putus sekolah dan mampu bersaing secara sehat di jenjang pendidikan berikutnya.
Jadi anak Indonesia akan memiliki kepribadian dan kemampuan kognitif yang baik. Semoga dengan manajemen PAUD di sekolah Anda juga mengacu pada perkembangan anak yang sangat beragam ini. Hal ini tentu saja perlu dibarengi dengan perkembangan sumber daya pendidik yang perlu terus diasah dengan berbagai cara. Semangat belajar para pendidik PAUD se-Indonesia

CONTOH PROGRAM HOLISTIK INTERGRATI (SEDERHANA)


PROGRAM HOLISTIK INTEGRATIF
KB/TK...............................
2018 -2019

NAMA PROGRAM
JENIS KEGIATAN
WAKTU PELAKSANAAN
PETUGAS
BIAYA
1.      Tumbuh Kembang anak
Pemeriksan dari Puskesmas .....
9  November 2018
Puskesmas
Dana BOP
2.      Cooking class
Masak bersama
15 Desember 2018
Pendidik
Wali siswa
3.      Kunjungan ke peternakan sapi kambing dan kelompok wanita tani
Field trip
17 Desember 2018
Kelompok peternak sapi dan kelompok wanita tani
Wali siswa
4.      Kunjungan ke basarrnas
Field trip
16 maret 2019
Tim Sar
Wali  siswa
5.      Rekreasi ke kebun binatang bembira loka
Fied trip
16 maret 2019
Pendidik
Wali siswa
6.      Perenting
Pengasuhan bersama
20 april 2019
Dinas
Wali siswa






PROGRAM HOLISTIK INTEGRATIF
KB/TK.....................
2018 -2019

NAMA PROGRAM
JENIS KEGIATAN
WAKTU PELAKSANAAN
PETUGAS
BIAYA
1.      Kunjungan pesantren Tahfidz Quran Yatim Nuraini
Belajar berbagi
( Field trip)
31 Januari 2018
Ustad
Wali siswa
2.      Kunjungan ke pabrik jamu
Menenalkan usaha kecil (field trip )

31 Januari 2018
Pengusaha jamu
Wali siswa
3.      Kunjungan ke kantor pos
Pengenalan alat komonikasi ( field trip)

26  Juni 2018
Kantor pos

4.      Kunjungan puskesmas sedayu I
Tumbuh kembang anak
30 Juni 2018
Petugas Puskesmas
Wali siswa
5.      Kunjungan peternakan ikan
Pembibitan ikan
30 juni 2018

Wali siswa

Cara Menentukan Lama Belajar yang Dibutuhkan oleh PAUD

Cara Menentukan Lama Belajar yang Dibutuhkan oleh PAUD

Bagaimana Cara Menghitung Lama Belajar yang Dibutuhkan oleh Setiap Satuan PAUD untuk Mencapai Muatan Kurikulum, KI dan KI yang Telah Ditetapkan?
Lama belajar di sekolah PAUD ditetapkan atas dasar kelompok usia. Setiap kelompok usia layanan di PAUD dialokasikan jumlah waktu minimal layanan dalam satu minggu. Jumlah waktu minimal tersebut adalah:
  1. Kelompok usia lahir sampai 2 (dua) tahun dengan lama belajar paling sedikit 120 menit per minggu;
  2. Kelompok usia 2 (dua) tahun sampai 4 (empat) tahun dengan lama belajar paling sedikit 360 menit per minggu; dan 
  3. Kelompok usia 4 (empat) tahun sampai 6 (enam) tahun dengan lama belajar paling sedikit 900 menit per minggu.
Standar Lama Waktu Pembelajaran PAUD (TK KB TPA SPS)

Jam Belajar Sekolah PAUD Tidak Mencapai Target ?

Bagi lembaga PAUD untuk kelompok usia 4-6 tahun yang tidak dapat melakukan pembelajaran 900 menit perminggu, maka wajib melaksanakan pembelajaran 540 menit dan ditambah 360 menit pengasuhan terprogram.
Bentuk Pengasuhan terprogram sebagaimana dimaksud adalah kegiatan pengasuhan orang tua yang dibina oleh satuan PAUD (Parenting Education PAUD).
Penelitian menunjukkan bahwa masa peka belajar anak dimulai dari anak dalam kandungan sampai 1000 hari pertama kehidupannya. Menurut ahli neurologi, pada saat lahir otak bayi mengandung 100 sampai 200 milyar neuron atau sel syaraf yang siap melakukan sambungan antar sel.
Sekitar 50% kapasitas kecerdasan manusia telah terjadi ketika usia 4 tahun, 80% telah terjadi ketika berusia 8 tahun, dan mencapai titik kulminasi 100% ketika berusia 8 sampai 18 tahun.
Penelitian lain juga menunjukkan bahwa stimulasi pada usia lahir-3 tahun ini jika didasari pada kasih sayang bahkan bisa merangsang 10 trilyun sel otak.  Namun demikian, dengan satu bentakan saja 1 milyar sel otak akan rusak, sedangkan tindak kekerasan akan memusnahkan 10 miliar sel otak.

Jumat, 01 Desember 2017

SOSIALISASI SKP ONLINE

http://www.skp.bkd.probolinggokab.go.id/


Untuk Penilik Paud, Kesetaraan dan Kursus ---> Berdasarkan Permenpan dan RB No.14 Tahun 2010 Tentang Jabatan Fungsional Penilik dan Angka Kreditnya, disebutkan bahwa tugas pokok Penilik adalah melakukan  pengendalian mutu  dan evaluasi dampak program PNFI. Selanjutnya dari  tugas pokoknya tersebut diturunkan kedalam uraian tugas Penilik berdasarkan  jenjang jabatannya  .
 Adapun uraian tugas Penilik berdasarkan jenjang jabatannya adalah sebagai berikut :

PENILIK PERTAMA  (Penata Muda Tingkat I,  III/b)
  1. Menyusun rencana kerja tahunan pengendalian mutu sebagai anggota; 0,26
  2. Menyusun rencana kerja triwulan pengendalian mutu satuan PNFI; 0.16
  3. Membuat instrumen pemantauan program PNFI; 0,16
  4. Mengumpulkan data pemantauan pelaksanaan program PNFI; 0.12
  5. Menganalisis hasil pemantauan pelaksanaan program PNFI; 0.12
  6. Melaksanakan diskusi terfokus hasil pemantauan sebagai anggota; 0.04
  7. Menyusun laporan hasil pemantauan; 0.08
  8. Membuat instrumen penilaian program pada satuan PNFI berdasarkan standar pendidikan; 0.24 
  9. Melaksanakan, menganalisis, dan melaporkan hasil penilaian program pada satuan PNF; 0.24
  10. Melakukan pembimbingan dan pembinaan kepada pendidik dan tenaga kependidikan berdasarkan standar pendidikan dengan sasaran perorangan; 0.32
  11. Menyusun laporan triwulan; 0.08
  12. Menyusun laporan tahunan sebagai anggota; 0.08
PENILIK MUDA (Penata, III/c; dan   Penata Tingkat I, III/d)
  1. Menyusun rencana tahunan pengendalian mutu sebagai anggota; 0.52
  2. Menyusun rencana kerja triwulan pengendalian mutu satuan PNF; 0.32
  3. Membuat instrumen pemantauan program PNFI; 0.32
  4. Mengumpulkan data pemantauan pelaksanaan program PNFI; 0.24
  5. Menganalisis hasil pemantauan pelaksanaan program PNFI; 0.24
  6. Membuat desain diskusi terfokus hasil pemantauan; 0.12
  7. Melaksanakan diskusi terfokus hasil pemantauan sebagai anggota; 0.08
  8. Menyusun laporan hasil pemantauan; 0.16
  9. Membuat instrumen penilaian program pada satuan PNFI berdasarkan standar pendidikan; 0.48
  10. Melaksanakan, menganalisis, dan melaporkan hasil penilaian program pada satuan PNFI; 0.48
  11. Melakukan pembimbingan dan pembinaan kepada pendidik dan tenaga kependidikan berdasarkan standar pendidikan dengan sasaran perorangan; 0.64
  12. Menyusun laporan triwulan; 0.16
  13. Menyusun laporan tahunan sebagai anggota; 0.16
PENILIK MADYA (Pembina, IV/a  s.d  Pembina Utama Muda, IV/c  )
  1. Menyusun rencana tahunan pengendalian mutu sebagai ketua atau anggota; 0,78
  2. Menyusun rencana triwulan pengendalian mutu program PNFI; 0,46
  3. Membuat instrumen pemantauan program PNFI; 0.48
  4. Mengumpulkan data pemantauan program PNFI; 0.36
  5. Menganalisis hasil pemantauan pelaksanaan program PNFI; 0.36
  6. Melaksanakan diskusi terfokus hasil pemantauan sebagai ketua atau anggota; 0.12
  7. Menyusun laporan hasil pemantauan; 0.24
  8. Membuat instrumen penilaian program pada satuan PNF berdasarkan standar pendidikan; 0.72  
  9. Melaksanakan, menganalisis, dan melaporkan  hasil penilaian program pada satuan PNFI; 0.72
  10. Melakukan pembimbingan dan pembinaan kepada pendidik dan tenaga kependidikan berdasarkan standar pendidikan dengan sasaran kelompok; 1.2
  11. Melakukan pembimbingan dan pembinaan kepada pendidik dan tenaga kependidikan PNF dalam melakukan penelitian atau pengembangan, pembelajaran, pelatihan, dan/atau pembimbingan dengan sasaran perorangan; 0.48
  12. Melakukan pembimbingan dan pembinaan kepada pendidik dan tenaga kependidikan PNF dalam menggunakan dan mengembangkan media pembelajaran dan teknologi informasi untuk kegiatan pembelajaran, pelatihan, dan bimbingan dengan sasaran perorangan; 0.30
  13. Menyusun laporan  triwulan; 0.24
  14. Menyusun laporan tahunan sebagai ketua atau anggota ; 0.24
PENILIK UTAMA (Pembina Utama Madya, IV/d)
  1. Menyusun rencana tahunan pengendalian mutu PNFI sebagai ketua atau anggota;1,04
  2. Menyusun rencana kerja triwulan pengendalian mutu satuan PNF; 0,64
  3. Melaksanakan diskusi terfokus hasil pemantauan sebagai anggota; 0.16
  4. Membuat instrumen penilaian program pada satuan PNF berdasarkan standar pendidikan; 0.96
  5. Melaksanakan, menganalisis, dan melaporkan hasil penilaian program pada satuan PNFI; 0,96
  6. Melakukan pembimbingan dan pembinaan kepada pendidik dan tenaga kependidikan berdasarkan standar pendidikan dengan sasaran kelompok; 1.6
  7. Melakukan pembimbingan dan pembinaan kepada pendidik dan tenaga kependidikan PNF dalam melakukan penelitian atau pengembangan, pembelajaran, pelatihan, dan/atau pembimbingan dengan sasaran kelompok; 0.96
  8. Melakukan pembimbingan dan pembinaan kepada pendidik dan tenaga kependidikan PNF dalam menggunakan dan mengembangkan media pembelajaran dan teknologi informasi untuk kegiatan pembelajaran, pelatihan, dan bimbingan dengan sasaran kelompok; 0.72
  9. Menyusun laporan triwulan; 0.32
  10. Menyusun laporan tahunan sebagai ketua atau anggota; 0.32
  11. Menyusun desain evaluasi dampak program PNFI; 0.73
  12. Menyusun instrumen evaluasi dampak program PNFI; 0.80
  13. Melaksanakan dan menyusun laporan hasil evaluasi dampak program PNFI; 1.08
  14. Menyiapkan bahan presentasi; 0.32
  15. Melakukan presentasi hasil evaluasi dampak program PNFI ; 0.12

Kamis, 12 Mei 2016

CONTOH FORMAT EVALUASI DAN PENILAIAN PAUD

CONTOH FORMAT EVALUASI DAN PENILAIAN PAUD


Contoh Format Pengumpulan Data  Observasi dan Catatan Anecdot :






Contoh Format Analisis dan Evaluasi Data Anak


Contoh Format  Penggunaan Data Untuk Perbaikan Pembelajaran Individu



Contoh Format Penggunaan Data Untuk Pelaporan



Contoh Format  Deskripsi Laporan Perkembangan


 Contoh Format Observasi Anak Didik


Contoh Format Penilaian Penugasan Anak



Contoh Format Penilaian Unjuk Kerja Anak Didik



Contoh Format Penilaian Hasil Karya Anak Didik



Contoh Pengisian Pelaporan Perkembangan dan Pencapaian Pembelajaran Anak

MENGENAL PENILIK DAN PENGAWAS PAUD

MENGENAL PENILIK DAN PENGAWAS PAUD


1. Siapa yang dimaksud Penilik/ Pengawas PAUD?

Penilik / Pengawas PAUD adalah tenaga kependidikan dengan tugas utama melakukan kegiatan pengendalian mutu dan evaluasi dampak program pendidikan anak usia dini (PAUD).

2. Di manakah Penilik/Pengawas PAUD berada?

Penilik/Pengawas PAUD berkedudukan di Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota dengan wilayah kerja di beberapa desa/kelurahan dan kecamatan.

3. Apakah tugas Penilik/Pengawas PAUD?

Tugas pokok Penilik/Pengawas PAUD adalah melaksanakan kegiatan pengendalian mutu dan evaluasi dampak program PAUD.

4. Apa sajakah yang termasuk dalam kegiatan pengendalian mutu dan evaluasi damapak program PAUD?
a. Kegiatan pengendalian mutu program PAUD, meliputi :

  • perencanaan program pengendalian mutu PAUD
  • pelaksanaan pemantauan program PAUD
  • pelaksanaan penilaian program PAUD
  • pelaksanaan pembimbingan dan pembinaan kepada pendidik dan tenaga kependidikan pada satuan PAUD; dan
  • penyusunan laporan hasil pengendalian mutu PAUD
b. Kegiatan evaluasi dampak program PAUD meliputi:
  • penyusunan rancangan/desain evaluasi dampak program PAUD
  • penyusunan instrumen evaluasi dampak program PAUD
  • pelaksanaan dan penyusunan laporan hasil evaluasi dampak program PAUD; dan
  • presentasi hasil evaluasi dampak program PAUD.